Disaat panas mentari semakin terik, disaat waktu terasa lama berputar, disaat dahaga menggelayuti tubuh ini, dan di saat kita menunggu datangnya adzan maghrib....
Mari kita nikmati dulu kisah-kisah berikut ini yang saya kutip dari sebuah buku yang sangat terkenal sekali, silahkan dinikmati:
Dari an-Nawwas Ibn Sam’an ra., ia berkata.”Rasulullah SAW menyebut tentang Dajjal pada suatu pagi, beliau terkadang memelankan suara, dan sesekali mengeraskan, sampai-sampai kami mengira ia sedang berada di tengah-tengah kebun kurma, maka ketika kami mendatangi beliau, beliau mengetahui hal itu dari kami, maka beliau bertanya: ”Ada apa dengan kalian?” Kami menjaawab: ”wahai Rasulullah, Anda menyebutkan tentang Dajjal pagi ini, anda menurunkan dan mengeraskan suara, hingga kami kira ia berada ditengah kebun kurma?”
Maka Beliau bersabda: ”Bukan Dajjal yang aku takutkan akan menimpa kalian, kalau Dajjal keluar dan aku masih ada di antara kalian, maka aku akan mengalahkan hujjahnya bukan kalian, dan jiika keluar sementara aku sudah tidak berada di tengah-tengah kalian, maka tiap orang menjadi pelindung dirinya sendiri dan Allah sebagai penggantiku dalam menjaga setiap muslim. Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda yang sangat keriting rembutnya, matanya menonjol keluar, sepertinya aku menyerupakannya dengan Abduzza Ibn Qotton, maka barangsiapa mendapatkannya hendaklah ia membacakan kepadanya awal surat Al-Kahfi, dan sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak, kemudian ia merusak daerah kanannya dan merusak diarah kirinya, karena itu hamba Allah tetaplah (di atas agama Allah)!.”
Kami bertanya:”Wahai Rasulullah, berapa lama ia akan tinggal di bumi?”
Beliau menjawab,”Empatpuluh hari, satu hari sama dengan setahun, dan sehari sama dengan sebulan, dan sehari sama dengan satu jumat (seminggu), dan sisanya sama dengan hari-hari kalian.”
Kami bertanya,”Wahai rasulullah, satu hari yang sama dengan setahun itu apakah cukup bagi kami shalat sehari pada hari ini?”
Maka Beliau menjawab, ”Tidak, maka kira-kirakanlah untuknya!”
Kami bertanya: ”Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya gerakannya dibumi?”
Beliau menjawab,”Bagai hujan yang diikuti angin, maka dia akan datang kepada suatu kaum, lalu mengajak mereka maka merekapun beriman dan percaya kepadanya serta patuh kepadanya, lalu ia memerintahkan langit maka turunlah hujan, memerintahkan bumi maka iapun tumbuh subur, maka kembalilah harta (ternak) mereka dalam bentuk yang paling panjang punuknya dan paling banyak air susunya, dan paling panjang perutnya, kemudian ia datangi suatu kaum dan mengajak mereka, akan tetapi mereka menolaknya, maka ketika keesokan harinya merekapun kehilangan harta bendanya, kemudian Dajjal melewati tempat yang hancur, maka ia berkata kepadanya: ”Keluarkanlah harta kekayaan dan simpananmu!” maka harta kekayaan yang tersimpan didalamnya keluar dan mengikutinyabagaikan rombongan pejantan lebah ( ratu-ratu lebah yang selalu diikuti ), Kemudian ia mengajak kepada seorang pemuda yang sedang dalam masa pertumbuhannya dan memenggalnya dengan sebuah pedang, maka ia terbelah menjadi dua bagian terpisah sejauh sasaran lemparan, kemudian memanggilnya, maka pemuda itupun datang kepadanya dan berseri-seri mukanya dan tertawa.
Dan saat itulah Allah menurunkan Isa Al-Masih Putra Maryam, maka ia turun diatas menara putih di sebelah timur Damaskus dengan memakai dua jubah yang berwarna, dengan meletakkan kedua telapak tangannya diatas sayap-sayap dua malaikat, jika ia mengangguk-anggukkan kepalanya maka mengucurlah air, dan jika ia mendongakkan kepalanya maka menggelindinglah butiran-butiran perak berkilau bagai lu’lu (batu mulia), maka tidak seorang kafirpun yang mencium aroma nafasnya melainkan akan mati, sedang nafasnya menembus sejauh mata memandang, maka ia pun mengejar Dajjal hingga akhirnya mendapatkannya di Bab Ludd (salah satu kota di Palestina) dan membunuhnya, kemudian Isa mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari dajjal, lalu ia mengusap muka mereka dan menceritakan kepada mereka tentang derajat mereka dalam surga.
Dan ketika demikian Allah mewahyukan kepada Isa ;”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba yang tidak seorangpun bisa membunuhnya, maka jagalah hamba-hamba-Ku dan kumpulkanlah mereka dibukit Thur. Maka Allah mengutus Ya’juj dan Ma’juj dan merekapun turun dengan cepat dari tempat-tempat tinggi, lalu bagian depan rombongan mereka melewati danau Thobariyah, maka mereka minum darinya. Dan bagian terakhir (ekor) rombongan merekaketika melewatinya, mereka berkata:”Disini dulu ada airnya!” dan Nabi Isa beserta pengikutnya di kepung, sehingga kepala sapi bagi salah seorang diantara mereka lebih berharga daripada seratus dinar bagi seorang diantara kalian saat ini, maka nabi Isa dan Para Sahabatnya berdoa kepada Allah, lalu Allah mengirimkan kepada mereka (Ya’juj dan Ma’juj) ulat ke leher-leher mereka, maka merekapun mati bagaikan satu jiwa (mati bersamaan), kemudian nabi Isa dan pengikutnya turun ke bumi (dari gunug thur), maka mereka tidak mendapatkan sejengkal tanah melainkan telah di penuhi bau busuk bangkai mereka (Ya’juj dan Ma’juj), lalu nabi Isa dan sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengutus burung-burung yang (besarnya) bagai leher-leher unta, kemudian membawa terbang bangkai-bangkai mereka dan melemparkannya kearah mana saja yang di kehendaki Allah, kemudian Allah menurunkan hujan yang mengguyur baik rumah tanah liat maupun tenda(dari bulu), maka ia mencuci bumi hingga licin bagai kaca,
Kemudian dikatakan ke bumi: ”Tumbuhlah buah-buahanmu, dan kembalikanlah keberkahanmu!” maka hari itu sekelompok besar manusia makan dari sebiji delima, dan mereka bisa berteduh dari kelopaknya dan di berkahi hewan ternaknya, sampai-sampai air susu seekor unta mampu mencukupi sekelompok besar manusia, dan air susu sapi mampu mencukupi satu kabilah (suku), dan air susu kambing mampu mencukupi satu marga, dan disaat demikian Allah mengirimkan angin yang harum baunya, maka bertiup sampai ke ketiak mereka, maka ia mencabut setiap roh orang mukmin dan muslim, dan tinggallah sejelek-jelek manusia, mereka melakukan persetubuhan dengan wanita layaknya keledai (persetubuhan didepan umum tanpa rasa malu), maka terjadilah kiamat besar atas mereka (HR. Muslim).
Sumber : Dari Buku Terjemahan Riyadhus Shalihin Karya Imam Nawawi, Penerbit Duta Ilmu, 2006, Surabaya
Mari kita nikmati dulu kisah-kisah berikut ini yang saya kutip dari sebuah buku yang sangat terkenal sekali, silahkan dinikmati:
Dari an-Nawwas Ibn Sam’an ra., ia berkata.”Rasulullah SAW menyebut tentang Dajjal pada suatu pagi, beliau terkadang memelankan suara, dan sesekali mengeraskan, sampai-sampai kami mengira ia sedang berada di tengah-tengah kebun kurma, maka ketika kami mendatangi beliau, beliau mengetahui hal itu dari kami, maka beliau bertanya: ”Ada apa dengan kalian?” Kami menjaawab: ”wahai Rasulullah, Anda menyebutkan tentang Dajjal pagi ini, anda menurunkan dan mengeraskan suara, hingga kami kira ia berada ditengah kebun kurma?”
Maka Beliau bersabda: ”Bukan Dajjal yang aku takutkan akan menimpa kalian, kalau Dajjal keluar dan aku masih ada di antara kalian, maka aku akan mengalahkan hujjahnya bukan kalian, dan jiika keluar sementara aku sudah tidak berada di tengah-tengah kalian, maka tiap orang menjadi pelindung dirinya sendiri dan Allah sebagai penggantiku dalam menjaga setiap muslim. Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda yang sangat keriting rembutnya, matanya menonjol keluar, sepertinya aku menyerupakannya dengan Abduzza Ibn Qotton, maka barangsiapa mendapatkannya hendaklah ia membacakan kepadanya awal surat Al-Kahfi, dan sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak, kemudian ia merusak daerah kanannya dan merusak diarah kirinya, karena itu hamba Allah tetaplah (di atas agama Allah)!.”
Kami bertanya:”Wahai Rasulullah, berapa lama ia akan tinggal di bumi?”
Beliau menjawab,”Empatpuluh hari, satu hari sama dengan setahun, dan sehari sama dengan sebulan, dan sehari sama dengan satu jumat (seminggu), dan sisanya sama dengan hari-hari kalian.”
Kami bertanya,”Wahai rasulullah, satu hari yang sama dengan setahun itu apakah cukup bagi kami shalat sehari pada hari ini?”
Maka Beliau menjawab, ”Tidak, maka kira-kirakanlah untuknya!”
Kami bertanya: ”Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya gerakannya dibumi?”
Beliau menjawab,”Bagai hujan yang diikuti angin, maka dia akan datang kepada suatu kaum, lalu mengajak mereka maka merekapun beriman dan percaya kepadanya serta patuh kepadanya, lalu ia memerintahkan langit maka turunlah hujan, memerintahkan bumi maka iapun tumbuh subur, maka kembalilah harta (ternak) mereka dalam bentuk yang paling panjang punuknya dan paling banyak air susunya, dan paling panjang perutnya, kemudian ia datangi suatu kaum dan mengajak mereka, akan tetapi mereka menolaknya, maka ketika keesokan harinya merekapun kehilangan harta bendanya, kemudian Dajjal melewati tempat yang hancur, maka ia berkata kepadanya: ”Keluarkanlah harta kekayaan dan simpananmu!” maka harta kekayaan yang tersimpan didalamnya keluar dan mengikutinyabagaikan rombongan pejantan lebah ( ratu-ratu lebah yang selalu diikuti ), Kemudian ia mengajak kepada seorang pemuda yang sedang dalam masa pertumbuhannya dan memenggalnya dengan sebuah pedang, maka ia terbelah menjadi dua bagian terpisah sejauh sasaran lemparan, kemudian memanggilnya, maka pemuda itupun datang kepadanya dan berseri-seri mukanya dan tertawa.
Dan saat itulah Allah menurunkan Isa Al-Masih Putra Maryam, maka ia turun diatas menara putih di sebelah timur Damaskus dengan memakai dua jubah yang berwarna, dengan meletakkan kedua telapak tangannya diatas sayap-sayap dua malaikat, jika ia mengangguk-anggukkan kepalanya maka mengucurlah air, dan jika ia mendongakkan kepalanya maka menggelindinglah butiran-butiran perak berkilau bagai lu’lu (batu mulia), maka tidak seorang kafirpun yang mencium aroma nafasnya melainkan akan mati, sedang nafasnya menembus sejauh mata memandang, maka ia pun mengejar Dajjal hingga akhirnya mendapatkannya di Bab Ludd (salah satu kota di Palestina) dan membunuhnya, kemudian Isa mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari dajjal, lalu ia mengusap muka mereka dan menceritakan kepada mereka tentang derajat mereka dalam surga.
Dan ketika demikian Allah mewahyukan kepada Isa ;”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba yang tidak seorangpun bisa membunuhnya, maka jagalah hamba-hamba-Ku dan kumpulkanlah mereka dibukit Thur. Maka Allah mengutus Ya’juj dan Ma’juj dan merekapun turun dengan cepat dari tempat-tempat tinggi, lalu bagian depan rombongan mereka melewati danau Thobariyah, maka mereka minum darinya. Dan bagian terakhir (ekor) rombongan merekaketika melewatinya, mereka berkata:”Disini dulu ada airnya!” dan Nabi Isa beserta pengikutnya di kepung, sehingga kepala sapi bagi salah seorang diantara mereka lebih berharga daripada seratus dinar bagi seorang diantara kalian saat ini, maka nabi Isa dan Para Sahabatnya berdoa kepada Allah, lalu Allah mengirimkan kepada mereka (Ya’juj dan Ma’juj) ulat ke leher-leher mereka, maka merekapun mati bagaikan satu jiwa (mati bersamaan), kemudian nabi Isa dan pengikutnya turun ke bumi (dari gunug thur), maka mereka tidak mendapatkan sejengkal tanah melainkan telah di penuhi bau busuk bangkai mereka (Ya’juj dan Ma’juj), lalu nabi Isa dan sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengutus burung-burung yang (besarnya) bagai leher-leher unta, kemudian membawa terbang bangkai-bangkai mereka dan melemparkannya kearah mana saja yang di kehendaki Allah, kemudian Allah menurunkan hujan yang mengguyur baik rumah tanah liat maupun tenda(dari bulu), maka ia mencuci bumi hingga licin bagai kaca,
Kemudian dikatakan ke bumi: ”Tumbuhlah buah-buahanmu, dan kembalikanlah keberkahanmu!” maka hari itu sekelompok besar manusia makan dari sebiji delima, dan mereka bisa berteduh dari kelopaknya dan di berkahi hewan ternaknya, sampai-sampai air susu seekor unta mampu mencukupi sekelompok besar manusia, dan air susu sapi mampu mencukupi satu kabilah (suku), dan air susu kambing mampu mencukupi satu marga, dan disaat demikian Allah mengirimkan angin yang harum baunya, maka bertiup sampai ke ketiak mereka, maka ia mencabut setiap roh orang mukmin dan muslim, dan tinggallah sejelek-jelek manusia, mereka melakukan persetubuhan dengan wanita layaknya keledai (persetubuhan didepan umum tanpa rasa malu), maka terjadilah kiamat besar atas mereka (HR. Muslim).
Sumber : Dari Buku Terjemahan Riyadhus Shalihin Karya Imam Nawawi, Penerbit Duta Ilmu, 2006, Surabaya




Aku sdh menikmati ceritanya neh. Kalo bikin jangan panjang-panjang tho mas! he..he
Semoga kita dijauhkan dari hal-hal mengerikan diatas ya... Amin
Panjang benar tulisannya
nanti pake paragraf ya mas biar ga sakit mata membacanya
hehehe
Iya herry kalau bisa pakai paragrap namun tetep tidak mengurangi kualitas dari hadis tersebut dan smoga kita smua slamat dari fitnah dajjal ini...Amiiin Allahuma Amiiin
@semua : siip dehh, nanti tak bikin berparagraph-paragraph, tak susun dulu ya...
mantap bisa menambah nuansa kental disaat puasa :)
Subhaan4jji....Astaghfirullahal'adziim...terharu sekali baca tulisan ini sampe tamat..
Jadi inget bukunya Muhammad Isa Dawud tg Dajjal..tapi di tulisan ini malah tersaji lebih lengkap...
Ya Allah, Semoga kita selalu dalam lindungan ALLAH dari Dajjal sampe hari Kiamat yah....
thx banget yah...ditunggu kisah2 berikutnya...
makasih sekali tulisannya..saya copy dulu...
Dajjal berambut keriting..?
uhmb.. kasihan ya org2 yg kriting kaya Giring Nidji.. jangan2 ada mengira dia Dajjal..
*PLETAK!*
woy, sapa yg nimpuk neh..?
*cirinya bukan kriting doang, tau!*
eh..? oiya-ya.. ma'ap..
=============================
ya ampun, koment nya ga mutu bgt deh..
ma'ap yah.. lg ga konsen.. hiksss
Allahu Akbar!
Allah Maha Besar!
Semoga kita terhindar dari fitnah Dajjal!
semua kisah akan menjdi kash yang tak tergantikan
*alah ngomong apa seh ... :D
bagus tulisanya, bikin merinding juga...
saya baca dirumah ajah mas, sekarang lagi diwarnet... thanks for sharing mas :D